Persiapan umroh bukan hanya soal paspor, perlengkapan, dan memilih paket perjalanan. Ada juga persyaratan kesehatan yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat, termasuk vaksinasi dan dokumen yang menjadi bukti vaksinasi.
Untuk keberangkatan umroh tahun 2026, jamaah dari Indonesia perlu memperhatikan vaksin meningitis meningokokus dan polio.
Ketentuan perjalanan dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, jangan hanya mengandalkan pengalaman saudara, teman, atau jamaah yang pernah berangkat beberapa tahun sebelumnya. Pastikan informasi yang digunakan sesuai dengan ketentuan pada periode keberangkatan Anda.
Vaksin Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Umroh 2026?
Ada dua vaksin yang penting diperhatikan oleh jamaah umrah dari Indonesia:
1. Vaksin meningitis meningokokus
Vaksin meningitis meningokokus merupakan salah satu vaksin yang dipersyaratkan bagi jamaah umrah.
2. Vaksin polio
Jamaah umrah dan pelaku perjalanan ke Arab Saudi dari Indonesia juga perlu memperhatikan imunisasi polio sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena persyaratan kesehatan perjalanan dapat diperbarui, sebaiknya periksa kembali ketentuan terbaru ketika mendekati waktu keberangkatan.
Vaksin Meningitis untuk Umroh
Meningitis meningokokus merupakan penyakit yang menjadi perhatian terutama ketika banyak orang dari berbagai negara berkumpul dalam satu tempat, seperti pada pelaksanaan umrah dan haji.
Vaksin meningitis diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan. Setelah vaksinasi, jamaah mendapatkan bukti atau sertifikat vaksinasi internasional.
Untuk vaksin meningokokus ACYW, masa berlaku sertifikat dapat berbeda tergantung jenis vaksin yang digunakan. Karena itu, pastikan jenis vaksin dan tanggal pemberiannya tercatat dengan benar pada dokumen vaksinasi.
Kenapa Ada Informasi yang Mengatakan Vaksin Meningitis Tidak Wajib?
Ketika mencari informasi melalui internet, calon jamaah mungkin menemukan artikel yang mengatakan vaksin meningitis tidak wajib untuk umrah.
Informasi tersebut memang pernah berlaku.
Pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan pernah mengumumkan bahwa vaksin meningitis tidak lagi menjadi syarat wajib bagi calon jamaah umrah.
Namun ketentuannya kemudian berubah. Vaksin meningitis kembali menjadi persyaratan yang perlu diperhatikan jamaah umrah.
Jadi, artikel lama tersebut belum tentu salah ketika diterbitkan. Aturannya memang pernah berbeda.
Inilah sebabnya tanggal sebuah informasi penting ketika mencari persyaratan perjalanan umroh. Informasi yang berlaku beberapa tahun lalu belum tentu dapat digunakan untuk keberangkatan tahun 2026.
Bagaimana dengan Vaksin Polio?
Selain meningitis, jamaah dari Indonesia juga perlu memperhatikan vaksin polio.
Dalam ketentuan terbaru, imunisasi polio termasuk persyaratan kesehatan yang perlu diperhatikan jamaah umrah dan pelaku perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi.
Jamaah tidak perlu menentukan sendiri jenis atau formulasi vaksin yang harus digunakan.
Ketika datang ke fasilitas vaksinasi, sampaikan bahwa vaksin dilakukan untuk keperluan perjalanan umroh ke Arab Saudi. Petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapan Sebaiknya Melakukan Vaksin Umroh?
Jangan menunggu terlalu dekat dengan hari keberangkatan.
Untuk vaksin meningitis, pemberiannya dilakukan minimal 10 hari sebelum keberangkatan. Dalam sistem registrasi vaksinasi internasional Kementerian Kesehatan, tanggal pelayanan saat ini juga diatur agar tidak terlalu dekat dengan tanggal keberangkatan.
Artinya, lebih baik mempersiapkan vaksin sejak jauh hari daripada menunggu mendekati jadwal penerbangan.
Persiapan lebih awal juga memberikan waktu jika ternyata ada data yang perlu diperbaiki, dokumen yang belum diterima, atau hal lain yang perlu dikonfirmasi sebelum keberangkatan.
Apa Itu e-ICV dan Mengapa Perlu Disimpan?
Setelah melakukan vaksinasi, jangan hanya memastikan vaksinnya sudah diberikan. Bukti vaksinasi juga perlu diperhatikan.
Salah satu dokumen yang digunakan adalah e-ICV atau Electronic International Certificate of Vaccination or Prophylaxis.
Berdasarkan informasi SATUSEHAT yang diperbarui pada Maret 2026, ketika sertifikat meningitis dan polio belum tersedia melalui SATUSEHAT Mobile, jamaah yang membutuhkannya untuk perjalanan umrah atau haji dapat menggunakan e-ICV yang dikirim oleh fasilitas kesehatan tempat melakukan vaksinasi.
Karena itu, setelah melakukan vaksinasi:
- Pastikan nama dan data identitas sudah benar.
- Pastikan bukti vaksinasi telah diterima.
- Simpan e-ICV di ponsel.
- Simpan juga salinannya di email.
- Ikuti petunjuk travel mengenai dokumen yang perlu disiapkan saat keberangkatan.
Dalam persiapan keberangkatan jamaah Allia Tour, jamaah juga diingatkan untuk membawa dokumen vaksin meningitis dan polio yang asli, valid, dan dapat diverifikasi.
Hal ini menjadi pengingat bahwa dokumen vaksin sebaiknya tidak dianggap sekadar formalitas keberangkatan.
Di Mana Bisa Melakukan Vaksin Umroh?
Vaksinasi perjalanan internasional dapat dilakukan melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) maupun fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksinasi internasional sesuai ketentuan.
Sistem registrasi vaksinasi internasional Kementerian Kesehatan juga menyediakan pelayanan untuk vaksin meningitis meningokokus dan polio.
Jamaah sebaiknya memilih fasilitas yang memang memberikan layanan vaksinasi internasional resmi dan memastikan dokumen vaksinasi diterbitkan melalui prosedur yang benar.
Bagaimana Jika Sedang Hamil atau Memiliki Kondisi Medis Tertentu?
Kondisi kesehatan setiap jamaah tidak selalu sama.
Ibu hamil, jamaah yang pernah mengalami reaksi alergi berat, memiliki penyakit tertentu, sedang menjalani pengobatan, atau mempunyai kondisi medis khusus sebaiknya tidak mengambil keputusan sendiri untuk melakukan atau menghindari vaksinasi.
Sampaikan kondisi tersebut kepada dokter atau fasilitas pelayanan vaksinasi resmi.
Tenaga kesehatan dapat menilai kondisi masing-masing jamaah dan memberikan saran berdasarkan keadaan medis serta ketentuan perjalanan yang berlaku.
Jika memang terdapat kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya selesaikan melalui jalur medis dan prosedur resmi, bukan dengan mencari jalan pintas terhadap persyaratan vaksinasi.
Jangan Menggunakan Sertifikat Vaksin yang Tidak Sah
Dalam praktiknya, ada calon jamaah yang mungkin mendengar cerita bahwa seseorang pernah berhasil berangkat meskipun mendapatkan sertifikat vaksin tanpa menjalani vaksinasi sebagaimana mestinya.
Pengalaman seperti itu tidak dapat dijadikan patokan.
Seseorang yang pernah berhasil melewati pemeriksaan tidak berarti dokumen yang tidak sah menjadi prosedur yang benar untuk diikuti.
Jelajah Umroh menyarankan jamaah mengikuti prosedur vaksinasi dan menggunakan dokumen yang sah.
Hal ini juga sejalan dengan pemberitahuan persiapan jamaah dari Allia Tour yang mengingatkan jamaah agar dokumen vaksin yang dibawa asli, valid, dan dapat diverifikasi. Jamaah juga diingatkan mengenai risiko perjalanan apabila dokumen vaksin yang digunakan bermasalah.
Jika memiliki alasan kesehatan yang membuat Anda ragu menjalani vaksinasi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan fasilitas vaksinasi resmi.
Dengan begitu, persoalan kesehatan ditangani melalui jalur kesehatan yang semestinya, bukan dengan mencari cara untuk melewati persyaratan perjalanan.
Checklist Vaksin Sebelum Berangkat Umroh
Sebelum hari keberangkatan, periksa kembali:
- Ketentuan vaksin terbaru sesuai periode keberangkatan.
- Vaksin meningitis sudah dilakukan sesuai ketentuan.
- Persyaratan vaksin polio sudah dipenuhi.
- Vaksin tidak diurus terlalu dekat dengan hari keberangkatan.
- Nama dan data identitas pada dokumen sudah benar.
- e-ICV atau bukti vaksinasi sudah diterima dan disimpan.
- Kondisi medis khusus sudah dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
- Seluruh dokumen yang digunakan sah dan dapat diverifikasi.
Kesimpulan
Persyaratan kesehatan untuk perjalanan umroh dapat berubah mengikuti ketentuan yang berlaku. Untuk keberangkatan tahun 2026, jamaah dari Indonesia perlu memperhatikan vaksin meningitis meningokokus, vaksin polio, serta bukti vaksinasi yang diperlukan untuk perjalanan.
Jangan menjadikan pengalaman seseorang yang pernah berhasil melewati pemeriksaan sebagai alasan untuk mengabaikan prosedur yang berlaku.
Lebih baik mempersiapkan vaksinasi sejak awal, memastikan dokumennya benar, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki kondisi medis tertentu.
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan keberangkatan dari Jawa Timur, Anda juga dapat melihat pilihan Travel Umroh Surabaya beserta jadwal dan informasi paket yang tersedia melalui Jelajah Umroh.




