Umroh dari Surabaya: Panduan Memilih Rute dan Paket Sebelum Berangkat

Umroh dari Surabaya: Panduan Memilih Rute dan Paket Sebelum Berangkat

Berangkat umroh dari Surabaya bukan hanya soal mencari paket dengan harga yang sesuai. Rute penerbangan, direct atau transit, Madinah atau Makkah lebih dahulu, lokasi hotel, hingga susunan perjalanan dapat membuat pengalaman perjalanan terasa berbeda.

Dalam panduan ini, Jelajah Umroh membahas hal-hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum memilih paket umroh dari Surabaya, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat. Tujuannya agar Anda tidak hanya membandingkan harga di brosur, tetapi juga memahami perjalanan yang nantinya akan dijalani.

Jangan Memilih Paket Umroh dari Harga Saja

Harga tentu menjadi salah satu pertimbangan saat memilih paket umroh. Namun, harga yang lebih murah belum tentu berarti paket tersebut kurang baik. Sebaliknya, harga yang lebih mahal juga tidak otomatis menjadi pilihan terbaik.

Yang lebih penting adalah mengetahui apa yang membuat harganya berbeda.

Saat membandingkan beberapa paket, perhatikan penerbangannya direct atau transit, total waktu perjalanan, maskapai yang digunakan, lokasi hotel, durasi program, fasilitas yang didapat, hingga susunan perjalanannya.

Sebagai contoh, perbedaan harga bisa berkaitan dengan rute penerbangan atau lokasi hotel. Ini bukan berarti salah satunya buruk. Dengan mengetahui perbedaannya sejak awal, Anda bisa menilai apakah selisih harga tersebut sebanding dengan perjalanan dan fasilitas yang didapat.

Jadi, jangan hanya bertanya:

“Berapa harga paketnya?”

Tanyakan juga:

“Dengan harga tersebut, perjalanan seperti apa yang akan saya dapatkan?”

Direct dari Surabaya atau Transit Dulu?

Hal berikutnya yang perlu dilihat adalah rute penerbangan.

Ada paket yang menggunakan penerbangan langsung dari Surabaya menuju Arab Saudi. Ada pula perjalanan yang mengharuskan jamaah transit terlebih dahulu.

Secara sederhana, penerbangan direct membuat tahapan perjalanan lebih sedikit. Sementara penerbangan transit menambah proses dan waktu sebelum jamaah tiba di tujuan.

Namun, bukan berarti penerbangan transit selalu menjadi pilihan yang kurang baik. Bisa saja jadwal atau harganya lebih sesuai dengan kebutuhan Anda.

Karena itu, saat membandingkan paket, jangan hanya melihat jam keberangkatan pesawat. Perhatikan juga total waktu perjalanan hingga tiba di tujuan.

Hal ini semakin layak dipertimbangkan jika Anda bepergian bersama orang tua, anak-anak, atau anggota keluarga yang lebih mudah lelah dalam perjalanan panjang.

Madinah Dulu atau Umrah Dulu?

Selain rute penerbangan, perhatikan juga urutan perjalanannya.

Ada program yang membawa jamaah menuju Madinah terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Ada pula program yang mengarahkan jamaah untuk melaksanakan umrah lebih dahulu.

Keduanya memiliki karakter perjalanan yang berbeda.

Jika Madinah Lebih Dulu

Ketika menuju Madinah terlebih dahulu, jamaah belum langsung menjalani rangkaian umrah pada awal perjalanan.

Setelah tiba di Madinah, jamaah dapat menjalani kegiatan dan ibadah di sana sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk melaksanakan umrah.

Ada satu hal yang tetap perlu diingat: perjalanan menuju Makkah dan pelaksanaan umrah masih menunggu.

Bagi jamaah yang baru pertama kali tiba di Madinah, semangat untuk memperbanyak aktivitas ibadah tentu sangat wajar. Namun, waktu istirahat dan kondisi tubuh tetap perlu diperhatikan agar tenaga tidak habis sebelum memasuki rangkaian perjalanan berikutnya.

Ini bukan berarti aktivitas ibadah harus dikurangi. Intinya adalah mengatur ritme perjalanan dan kemampuan diri, terutama karena perjalanan umroh masih berlanjut.

Jika Umrah Lebih Dulu

Perjalanannya terasa berbeda jika jamaah akan melaksanakan umrah lebih dahulu.

Persiapan ihram sudah menjadi bagian dari perjalanan dan jamaah perlu memperhatikan miqat sesuai dengan rute yang dilalui. Bagi jamaah laki-laki, berada dalam pakaian ihram selama sebagian perjalanan tentu memberikan pengalaman yang berbeda dibanding penerbangan biasa.

Ada sedikit pengalaman dari perjalanan umroh pertama yang cukup menggambarkan perbedaannya.

Saat itu saya mendapat rute dengan umrah lebih dahulu. Berada cukup lama di pesawat dalam kondisi sudah mengenakan pakaian ihram terasa cukup berbeda, terlebih suhu kabin saat itu terasa dingin.

Pesawat tiba pada pagi hari. Setelah perjalanan menuju hotel, waktu untuk beristirahat tidak terlalu panjang sebelum rombongan kembali bersiap melaksanakan umrah pada pagi harinya.

Bagian awal perjalanan akhirnya terasa cukup padat: penerbangan panjang, persiapan ihram, tiba di Tanah Suci, beristirahat sebentar, kemudian menjalani rangkaian umrah.

Namun, setelah umrah selesai justru ada rasa lebih ringan. Ibadah utama yang sejak keberangkatan sudah dipersiapkan telah terlaksana sehingga perjalanan berikutnya terasa lebih tenang.

Jadi, Madinah Dulu atau Umrah Dulu?

Tidak ada satu pilihan yang otomatis paling baik untuk semua jamaah.

Madinah lebih dahulu membuat jamaah belum langsung menjalani rangkaian umrah pada awal perjalanan. Namun, kondisi tetap perlu dijaga karena perjalanan menuju Makkah dan pelaksanaan umrah masih menunggu.

Sebaliknya, umrah lebih dahulu dapat membuat bagian awal perjalanan terasa lebih padat karena persiapan ibadah sudah dimulai sejak perjalanan. Setelah rangkaian umrah selesai, sebagian jamaah mungkin merasa lebih lega karena ibadah yang sejak keberangkatan dipersiapkan telah terlaksana.

Jadi, ketika membandingkan paket, lihat juga urutan perjalanannya, bukan hanya harga dan jumlah hari.

Jangan Hanya Lihat Bintang Hotel, Perhatikan Juga Lokasinya

Informasi hotel bintang empat atau lima tentu menarik ketika tercantum di brosur. Namun, ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting:

Di mana lokasi hotel tersebut?

Lokasi hotel dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari selama berada di Makkah maupun Madinah. Pertimbangan ini semakin penting jika Anda berangkat bersama orang tua atau anggota keluarga yang membutuhkan perjalanan lebih praktis.

Karena itu, saat menerima penawaran paket, periksa nama dan lokasi hotel, bukan hanya jumlah bintangnya.

Perbedaan harga antara dua paket dengan jumlah hari yang hampir sama juga bisa berkaitan dengan lokasi hotel, penerbangan, fasilitas, dan komponen perjalanan lainnya.

Catatan untuk jamaah yang baru pertama kali umroh: Tanah Suci mungkin tidak terasa seasing yang dibayangkan. Dalam pengalaman umroh pertama, saya cukup sering bertemu jamaah Indonesia. Di beberapa tempat saya juga menjumpai tulisan berbahasa Indonesia, bahkan ada penjual lokal yang menggunakan beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Hal-hal kecil seperti ini membuat lingkungan yang awalnya dibayangkan sangat asing terasa lebih familiar.

Ada Bekal yang Perlu Dipelajari Selain Manasik

Manasik tentu menjadi bagian penting dari persiapan umroh. Namun, ada beberapa bekal praktis yang mungkin belum terpikirkan oleh jamaah yang baru pertama kali berangkat.

Salah satunya adalah mempelajari tata cara salat jenazah.

Sebelum umroh pertama, saya mendapat satu nasihat sederhana dari om: pelajari juga tata cara salat jenazah sebelum berangkat.

Nasihat tersebut ternyata berguna ketika berada di Tanah Suci. Jamaah dapat menjumpai pelaksanaan salat jenazah di Masjidil Haram. Bagi yang sebelumnya belum terbiasa, mempelajari tata caranya sebelum berangkat dapat membuat kita lebih siap ketika menjumpainya.

Ini menjadi contoh sederhana bahwa persiapan umroh tidak hanya tentang barang bawaan dan isi paket. Bekal ibadah yang mungkin ditemui selama berada di Tanah Suci juga layak dipersiapkan.

Persiapkan Perlengkapan Umroh Secukupnya

Perlengkapan juga perlu dipersiapkan dengan baik. Namun, bukan berarti semakin banyak barang yang dibawa akan semakin baik.

Ada barang yang memang penting selama perjalanan, ada yang cukup dibawa secukupnya, dan ada pula yang ternyata jarang digunakan.

Checklist Sebelum Memilih Paket Umroh dari Surabaya

Sebelum menentukan pilihan, coba cek beberapa hal berikut:

  1. Apakah penerbangannya direct dari Surabaya atau transit?
  2. Berapa total waktu perjalanan hingga tiba di tujuan?
  3. Madinah lebih dahulu atau umrah lebih dahulu?
  4. Maskapai apa yang digunakan?
  5. Di mana lokasi hotel di Makkah dan Madinah?
  6. Berapa lama durasi program?
  7. Fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam paket?
  8. Bagaimana bimbingan ibadah selama perjalanan?
  9. Bagaimana susunan perjalanan atau itinerary-nya?
  10. Apakah perjalanan tersebut sesuai dengan kondisi anggota keluarga yang ikut?
  11. Berapa total biaya yang perlu disiapkan?

Dengan checklist tersebut, Anda dapat membandingkan nilai keseluruhan sebuah paket, bukan hanya harga yang tercetak paling besar di brosur.

Kesimpulan

Memilih umroh dari Surabaya sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga. Perhatikan juga penerbangan direct atau transit, total waktu perjalanan, urutan Madinah dan Makkah, lokasi hotel, fasilitas, serta kondisi jamaah yang akan berangkat.

Madinah lebih dahulu maupun umrah lebih dahulu memiliki karakter perjalanan masing-masing. Tidak ada satu pilihan yang otomatis paling tepat untuk semua orang. Yang terpenting adalah memahami perbedaannya dan memilih perjalanan yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat, persiapkan juga hal-hal di luar brosur paket. Pelajari rangkaian ibadah, atur kondisi selama perjalanan, dan siapkan bekal praktis yang mungkin ditemui ketika berada di Tanah Suci.

Jika Anda sedang merencanakan keberangkatan, lihat jadwal, pilihan program, hotel, maskapai, dan harga pada halaman Travel Umroh Surabaya Jelajah Umroh.

Copyright © 2026 Jelajah Umroh